PRINGSEWU — Suasana penuh antusiasme terlihat di aula fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Jejama Secancanan, Kelurahan Pringsewu Barat. Puluhan ibu-ibu warga setempat bersama pengurus bank sampah berkumpul melingkar di atas karpet untuk mengikuti sesi praktik langsung pengolahan limbah anorganik menjadi produk kreatif bernilai jual, salah satunya sajadah busa berbahan isian cacahan plastik dan styrofoam.
Kegiatan ini merupakan rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen Institut Bakti Nusantara (IBN) yang didukung oleh BIMA (Diktisaintek Berdampak).
Praktik Langsung: Mengolah Sampah Menjadi Berkah
Dalam sesi pelatihan tersebut, peserta diajarkan tahapan teknis mulai dari:
- Pemilahan dan Pencacahan Limbah: Menggunakan mesin pencacah limbah plastik untuk menghasilkan serpihan bahan pengisi yang bersih, ringan, dan higienis.
- Pengisian (Stuffing) Sajadah: Memasukkan cacahan limbah secara merata ke dalam lapisan kain sajadah agar menghasilkan tekstur yang tebal, empuk, dan nyaman digunakan sebagai alas sholat maupun bantal duduk.
- Finishing & Quality Control: Merapikan jahitan tepi dan memastikan ketahanan produk agar siap dipasarkan dengan standar kualitas yang baik.
“Melalui pelatihan langsung seperti ini, para ibu dan kader lingkungan tidak hanya memahami konsep teori daur ulang, tetapi juga menguasai keterampilan praktis untuk memproduksi barang bernilai ekonomis secara mandiri dari rumah,” jelas instruktur pendamping di lokasi.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Komunitas
Pelatihan berbasis kelompok ini dirancang untuk memberdayakan kelompok wanita dan nasabah Bank Sampah Jejama Secancanan agar memiliki sumber penghasilan tambahan melalui ekonomi kreatif sirkular.
Seluruh hasil karya yang diproduksi pada pelatihan ini nantinya akan dikurasi dan dipasarkan secara luas, baik melalui jaringan kemitraan lokal maupun secara daring lewat etalase katalog di situs resmi ftikomibn.ac.id/tps3r.
